Optimis Lolos Sebagai Peserta Pemilu 2024, Partai Buruh : Kita Bukan Partai Pemodal

Harian Nusa Online, Kuta. Partai Buruh menegaskan partainya sebagai Partai yang didirikan dengan cara gotong royong dan bukan sebagai sebuah partai yang eksistensinya ditopang oleh pemodal dibelkangnya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarlidan yang disampaikan dalam Silaturahmi Presiden Partai Buruh Bersama Pengurus Exco Kabupaten/ Kota Se-Bali.

“Partai Buruh didirikan sebagai Partai penyeimbang karena saat ini kita bisa bilang tak ada lagi Partai yang pantas disebut sebagai Partainya wong cilik,” papar Ferry di hadapan puluhan orang pengurus exco se-Bali yang memadati ruang pertemuan PrimeBiz Hotel, Kuta, Minggu (13/11/2022).

Pernyataan tersebut kemudian dipertegas oleh Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Secara tegas pria dengan brewok di wajah ini memaparkan bahwa Partai Buruh didedikasikan untuk kaum yang termarjinalkan dari kalangan kelas pekerja seperti karyawan hotel, supir pariwisata, pengerajin cendera mata, pramuwisata, petani nelayan dan kalangan buruh lainnya.

Ir. H. Said Iqbal, M.E. (lahir 5 Juli 1968) adalah seorang tokoh pergerakan kaum buruh dan politikus asal Indonesia yang menjabat sebagai Presiden Partai Buruh sejak partai politik tersebut dibentuk kembali pada 5 Oktober 2021. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)

“Haram hukumnya ada orang mati kelaparan di negara kaya,”ujar Said Iqbal dengan nada emosi menggelegak.

Ia sebelumnya memaparkan bahwa Indonesia oleh IMF dimasukkan dalam posisi ke 7 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Posisi Indonesia mengalahkan Brasil, Inggris, dan Prancis yang perekonomiannya mencapai US$ 3,78 triliun, US$ 3,77 triliun, dan US$ 3,68. Indonesia persis berada di belakang Rusia dengan ekonomi mencapai US$ 4,46 triliun. Adapun Tiongkok menempati posisi pertama dengan PDB mencapai US$ 30,07 triliun, disusul Amerika Serikat (AS) US$ 25,03 triliun, India US$ 11,66 triliun, Jepang US$ 6,11 triliun, dan Jerman US$ 5,3 triliun.

“Tapi kekayaan negara itu dinikmati hanya oleh segelintir orang saja. Sementara ada yang memiliki rumah dengan nilai ratusan milyar namun masih banyak lagi masyarakat yang tidur di atas becak atau gerobak pengangkut sampah,” papar Said Iqbal.

Dirinya kemudian mengingatkan kepada jajaran pengurus daerah yang hadir bahwa ia tak segan memecat siapapun yang nantinya menyimpang dari garis pejuangan Partai..

Sebelumnya pada sore hari, Ketua Partai Buruh Exco Karangasem, I Kadek Alex Supardika menyebar ratusan bingkisan Sembako kepada masyarakat di kecamatan Rendang, Karangasem. Total lebih dari 200 paket dibagikan kepada masyarakat kurang mampu yang bermukim di Desa Nongan, Desa Rendang dan Menanga.

I Kadek Alex Supardika? Ketua Partai Buruh Exco Karangasem

Paket Sembako berisikan beras migor, mi, kopi dikemas dalam tote bag berwarna oranye yang menjadi ciri khas Partai Buruh. Salah satu penerima paket bernama Awen , warga asal Tegenan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima. Ia pun tak lupa berucap,”Terima Kasih Partai Buruh.”

Alex Supardika selaku Ketua Partai Buruh Exco Karangasem menjelaskan bahwa pembagian sembako tersebut sebagai rasa syukurnya atas capaian Partai Buruh Karangasem yang berhasil meraih predikat memenuhi syarat (MS) murni dalam verifikasi faktual yang lalu.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan pada Partai Buruh khususnya di Kabupaten Karangasem. Kami optimis pada 2024 nanti dukungan masyarakat dari kalangan kelas pekerja seperti tani, nelayan dan karyawan dapat menghantarkan Partai Buruh untuk memperjuangkan hak mereka di parlemen. Astungkara namtinya diwakili oleh orang-orang yang lascarya dan dapat dipercaya dalam menjalankan amanah yang diberikan,” pungkas Alex dengan doa.

Tinggalkan Balasan