Sidang Putusan Sengketa Pura Luhur Muncaksari Tertib, Masyarakat Menerima Dengan Baik

Kasus sengketa Pura Luhur Muncaksari, Tabanan yang telah cukup lama memakan waktu berproses di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan kini menampakkan titik terang.

PN Tabanan menolak gugatan yang diajukan oleh I Gede Saputra Giri terhadap para tergugat antara lain Bendesa Adat Muncak Sari, I Wayan Sumandia, pengempon Pura Luhur Muncak Sari, I Wayan Widana, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tabanan, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Selasa (28/06/2022).

Putusan atas sengketa Pura Luhur Muncaksari dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Putu Gede Novyartha, SH, MHum. Bendesa Adat Sarinbuana, I Gede Saputra Giri melalui Tim Kuasa Hukumnya Budi Hartawan langsung menyatakan banding saat ditanya perihal sikap pata pihak atas hasil putusan.

Masyarakat yang sejak pagi memenuhi Kantor PN Tabanan, mendengarkan seksama hasil putusan yang dibacakan. Meski demikian suasana tertib tetap terjaga. Masyarakat yang sebagian besar berbusana adat kemudian meninggalkan ruang sidang PN Tabanan dengan wajah memancarkan perasaan lega.

Adv. I Wayan Karta SH yang didampingi oleh rekanannya, Adv. Dewa Gde Suryanata Nida, S.H, dan Adv. Dedy Rusmantara, S.H selaku kuasa hukum Bendesa adat Muncaksari dan Pengempon Pura Luhur Muncaksari seusai sidang menyempatkan diri menjawab pertanyaan sejumlah awak media.

Dalam keterangannya Tim kuasa hukum tergugat menyatakan meski harus mengimbangi pernyataan banding yang disampaikan oleh pengguggat namun para tergugat tetap membuka diri untuk terlaksananya perdamaian.

“Yang namanya sengketa, kalau bisa segera diakhiri buat apa diperpanjang. Kasihan masyarakat,” ujar Karta yang akrab dengan panggilan inisial IWK, “Menurut kami, hakim sudah memutuskan seadil-adilnya dan masyarakat pun dapat menerima hasil putusan tersebut dengan baik”.

Tinggalkan Balasan